Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2022

Membaca?

Ingin sedikit bercerita tentang teman-temanku yang gemar membaca buku. Rak buku mereka full . Bukan hanya satu rak, tapi dua, bahkan tiga. Belum lagi yang ada di rumahnya? Mungkin lebih banyak lagi. Hal itu pun memotivasiku untuk mengoleksi buku.  Kurasa, aku juga kembali menyenangi membaca buku setelah bertemu dengan mereka.  Menilik ke belakang, kurasa aku suka membaca sejak kecil. Mulai dari majalah B*bo saat zaman SD yang diantarkan loper koran ke rumah. (Ada yang baca juga, ga? hehe).  Meskipun buku bacaanku belum sebanyak teman-temanku, jika ada buku yang menurutku bagus, mungkin aku akan menuliskannya di blog ini. Nah, tentang teman-temanku yang suka baca buku itu... Mereka bepergian dengan membawa buku. Jika ada waktu luang seperti menunggu sesuatu, mereka akan mengeluarkan bukunya dan membaca. Sangat jarang kutemui orang-orang seperti ini. Sebab itulah, mereka juga spesial dalam hidupku. Ah, toko buku yang sering kami kunjungi di Jogja namanya Toko Buku Sara...

Tentang Seorang Mualaf

Sesaat setelah mualaf itu membaca dua kalimat syahadat, suasana haru memenuhi seisi masjid. Orang-orang di sekeliling mualaf tersebut memeluk dengan erat. Seolah mengatakan: 'Selamat datang, saudara seiman kami' Sebenarnya, aku sudah sedikit lupa kapan tepatnya peristiwa ini terjadi. Saat itu, di Masjid Pogung Dalangan. Aku, bersama seorang temanku-yang semoga Allah menjaganya, mengikuti kajian yang diisi oleh Ustadz Abduh Tuasikal hafizhahullah . Setelah kajian selesai, ada sebuah peristiwa yang masih kuingat hingga sekarang. Untuk pertama kalinya, aku melihat seorang nonmuslim mengucapkan dua kalimat syahadat. Seorang non muslim, aku lupa, entah itu berasal dari agama apa, dengan hidayah taufik dari Allah, memeluk islam. Aku dan temanku menyaksikan dari layar televisi yang ada di lantai dua. Sesaat setelah mualaf itu membaca dua kalimat syahadat, suasana haru memenuhi seisi masjid. Orang-orang di sekeliling mualaf tersebut memeluk dengan erat. Seolah mengatakan: 'Selamat ...

Ask Why, Before Do

Siapa diantara kita yang tidak menginginkan Seluruh kegiatan-kegiatan kita, Amal-amal kita, Lelah letih kita, Bernilai pahala, disisiNya? Supaya bernilai pahala, Apapun kegiatannya, Tanyakan pada hati kecil kita: Kenapa? Untuk apa? Ini, boleh, ga? Allah ridho ga ya? Jika kita beruntung, Hati yang sehat akan bisa mendeteksi sesuatu yang salah. Tapi.... sampai kapan, kita hanya bertindak sesuai hati nurani?  --- Frisa