Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

Bumi Milik Siapa?

Agaknya kita tahu bahwa ketika kita ditanya, bumi milik siapa?  Kita akan menjawab: Allah, gunung milik siapa? Allah, langit milik siapa? Allah. Bagi sebagian yang lain, bagi para penganut atheisme, langit yang dilihat setiap hari, gunung yang dijumpai, dan bumi yang dipijak, tidak dapat menambah keimanan disebabkan ketidakmampuan untuk melihat keagungan Allah pada makhluknya. Lantas, setelah kita mengetahui bahwa bumi dan seisinya adalah ciptaan Allah, apa yang harus kita lakukan? Belajar untuk mentauhidkan Allah, belajar untuk tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun, belajar keimanan, belajar cara ibadah dengan benar. Belajar hingga kita bisa menjadi muslim yang sesungguhnya.  Hiduplah sesuai dengan petunjuk kehidupan yang telah diciptakan oleh Rabb semesta Alam. Mengkaji, mentadaburi dan mengamalkan isi Al-Qur'an. Untuk apa? agar kita selamat hidup di dunia dan di akhirat. --- Yogyakarta, 21 Februari 2024 Frisa

Harta yang Berkah

Bertambahnya harta yang tidak menambah ketaatan kita, tidak akan ada gunanya. Apalagi harta yang hanya digunakan untuk berbangga-bangga. Pernah dengar istilah ini?  flashy things only impress people more broke than you. Ngejar harta itu nggak akan ada habisnya.  Janganlah dikira, harta yang kita kumpulkan kelak tidak akan ditanya pada hari akhir. Kelak, kita akan ditanya dua hal tentang harta yang kita miliki. Berasal dari mana dan digunakan untuk apa? Harta yang berkah didapatkan dari sumber yang halal. Halal! Terhindar dari riba.  Ciri harta yang diberkahi adalah harta yang semakin mendekatkan pemiliknya kepada Allah. Sebagai contoh, bertambahnya harta digunakan untuk kebaikan, untuk mencukupi kebutuhan diri dan keluarga, untuk umroh, haji, bersedekah, dst. Jangan sampai, kita menempuh jalan yang tidak diridhai oleh Allah sehingga kita mendapat harta yang tidak berkah. Tidakkah kita yakin bahwa harta dan rezeki itu berasal dari Allah? Bukan di tangan bos, bukan di tanga...

Kita Butuh Penjagaan Allah

Kita hidup di dunia ini membutuhkan penjagaan dari Allah: lisan yang tidak latah, tangan dan kaki yang tidak berkhianat, mata yang tidak memandang yang haram, telinga yang tidak mendengar hal yang sia-sia. Tanpa pertolongan Allah ta'ala , teramat sulit bagi kita untuk menjaga tubuh kita. Hal ini disebabkan jiwa kita yang senantiasa mengajak kepada keburukan. Jiwa yang malas, yang hanya ingin bersantai-santai.  Seringkali kita mendengar pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Kalau kamu sudah commit untuk melakukan sesuatu, atau meninggalkan keburukan,  just keep going . Pengulangan, perbaikan dan penambahan 0,1% setiap harinya akan berakumulasi menjadi berpuluh-puluh persen jika kamu lakukan secara konsisten.  Namun, pada akhirnya, kamupun akan tersadar agar terus ajeg dalam mengusahakan atau meninggalkan sesuatu-utamanya dalam hal yang bermanfaat bagi diri kita- tidak lain yang kita butuhkan adalah taufik, petunjuk dan penjagaan dari Allah ta'ala . Selalu...