Harta yang Berkah

Bertambahnya harta yang tidak menambah ketaatan kita, tidak akan ada gunanya. Apalagi harta yang hanya digunakan untuk berbangga-bangga. Pernah dengar istilah ini? flashy things only impress people more broke than you.

Ngejar harta itu nggak akan ada habisnya.  Janganlah dikira, harta yang kita kumpulkan kelak tidak akan ditanya pada hari akhir. Kelak, kita akan ditanya dua hal tentang harta yang kita miliki. Berasal dari mana dan digunakan untuk apa?

Harta yang berkah didapatkan dari sumber yang halal. Halal! Terhindar dari riba. 

Ciri harta yang diberkahi adalah harta yang semakin mendekatkan pemiliknya kepada Allah. Sebagai contoh, bertambahnya harta digunakan untuk kebaikan, untuk mencukupi kebutuhan diri dan keluarga, untuk umroh, haji, bersedekah, dst.

Jangan sampai, kita menempuh jalan yang tidak diridhai oleh Allah sehingga kita mendapat harta yang tidak berkah. Tidakkah kita yakin bahwa harta dan rezeki itu berasal dari Allah? Bukan di tangan bos, bukan di tangan atasan. Siapakah yang menggerakkan hati atasan kita untuk memberikan gaji kepada kita? Atasan hanya perantara, tapi yang berkuasa memberi kita rezeki adalah Allah. 

Rezeki juga tidak terbatas pada banyaknya harta. Teman yang baik, lingkungan yang baik, tetangga yang baik, suami yang sholih, istri yang shaliha, nikmat sehat, dst, dst, juga termasuk kedalam rezeki.

Semoga Allah berikan penulis dan pembaca harta yang diberkahi.
---
Yogyakarta
19 Februari 2024

Frisa
---
Referensi:
Kajian Ustadz Firanda Andirja Hafidzahullah "Amalan Sunnah Pembuka Pintu Rezeki"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidayah

Maaf

Kamu, punya kesempatan