Buku ini bagus banget banget, i'll give it 9 out of 10 points.
One of my favourite books. Sebenarnya ada kisah dibalik aku mendapatkan buku ini. I got this book for free, dari seorang Ibu baik hati-yang semoga Allah menjaganya di Toko Buku Sarana Hidayah. Jazaakillahu khayran bu, semoga Allah membalas Ibu dengan kebaikan yang banyak. Ibu telah berbaik hati membelikanku buku ini secara cuma-cuma.
Aku akan memberikan sedikit sneak peak mengenai buku ini.
Sebenarnya apa itu Mahasantri? Gampangnya, Mahasantri adalah gabungan antara kata "Mahasiswa" dan "Santri". Dari ribuan orang yang berkuliah, orang yang menyandang gelar ini cukup langka. Mereka menghabiskan waktunya tidak hanya untuk kuliah, tetapi juga untuk menuntut ilmu agama. Mereka belajar agama ditengah waktu kesibukannya. Betapa diberkahinya waktu mereka. Dari mulai belajar bahasa arab, tahsin, kajian kitab, hingga menghafal hadits dan Al-Qur'an. I do hope I can be one of them :)
Buku Mahasantri ini ditulis oleh Ustaz Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc. dan dr. M. Saifudin Hakim, M,Sc. hafizhahumallahuta'ala. Dulunya, beliau berdua adalah mahasantri, yang juga lulusan UGM. Ustaz Abduh lulusan Teknik Kimia UGM, sedangkan Ustaz Saifudin Hakim lulusan kedokteran UGM.
Jika dipikirkan, beliau berdua memiliki waktu 24 jam, waktu yang sama dengan yang kumiliki. Atas izin Allah, menimba ilmu agama sembari kuliah umum dapat menjadikan beliau berdua menjadi sosok orang seperti sekarang. Selain aktif menulis karya ilmiah, beliau berdua juga aktif dalam dakwah islam. Very inspiring people sih menurut aku. If you don't know them yet, better googling their name now.
Kembali ke buku, sedikit kukutipkan isi teks pada salah satu bab dari buku ini, yaitu pada bab Jadilah Yang Terdepan.
Kita mungkin banyak menyaksikan realita di sekitar kita, ketika seorang muslim saling berlomba untuk menjadi yang terdepan dalam masalah dunia. Akan tetapi untuk masalah akhirat, dia sangat rela ketika orang lain yang menjadi "sang juara". Hal ini bertolak belakang dengan seruan Allah Ta'ala dan Rasulullah salallahu 'alaihi wasalam agar setiap muslim saling berlomba dalam ketaatan dan ketakwaan untuk meraih berbagai kenikmatan surga.
Memang benar kan, pada zaman sekarang ini, banyak orang mengesampingkan ilmu agama. Bahkan mungkin, sering terlintas dalam pikiran, untuk apa belajar agama? Padahal, ilmu agama itu jalan keselamatan. Mempelajari Al-Qur'an dan hadits berarti mempelajari panduan kehidupan.
Buku ini cocok untuk menumbuhkan semangat belajar agama ketika sedang belajar di bangku perkuliahan. Tidak hanya itu, di dalamnya juga berisi tips tetap ngaji meskipun sudah menikah! Dan ada juga rekomendasi list kitab yang setidaknya perlu ditamatkan ketika ingin menjadi Mahasantri. Buku ini recommended untuk dibaca kamu yang ingin menjadi seorang mahasiswa sekaligus santri, ataupun kamu yang sudah sibuk dengan kehidupan pernikahan tetapi ingin tetap belajar agama.
---
Tulisan ini adalah tulisan lama yang akhirnya kuputuskan untuk mengunggahnya.
Komentar
Posting Komentar