Kawan atau lawan?

Pada hari akhir, teman terdekat akan saling memberikan persaksian, fulan tidak mengerjakan ini, fulanah tidak menyuruhku berbuat demikian. Sedangkan pertemanan yang dilandasi cinta kepada Allah, akan memberikan syafaat. Saling mencari ketika tidak menjumpai temannya di surga karena mereka pernah melakukan ketaatan bersama.

Bagaimana jika di dunia, circle pertemanan kita adalah orang-orang seperti syaitan? Teman yang senantiasa mengajak pada keburukan. Teman yang jika duduk dengannya tidak meningkatkan keimanan kita. Bahkan mungkin hingga menghabiskan waktu bersama dalam kemaksiatan. Tidak takutkah kita jika di hari akhir kelak kita akan saling menyalahkan? 

Begitu pula dengan keluarga, yang sebagian besar waktu kita habis dengannya. Antar anggota keluargapun, bahkan seorang ibu dan anaknya, mereka akan berlari menjauhi satu sama lain sebab kewajiban yang tidak ia tunaikan. Mereka akan saling tuntut dan saling menyalahkan atas kesalahan di dunia.

Untuk itulah, seorang muslim hendaknya mencari sebaik-baik teman yang saling menasihati dalam kebaikan, saling menguatkan dalam ketaatan. Sebuah riwayat menyatakan: perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk bagaikan penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi, engkau akan mencium aroma wanginya, sedangkan pandai besi, engkau akan mencium bau busuk darinya.

---
Yogyakarta,
Maret 2024

Frisa

Bacaan:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidayah

Maaf

Kamu, punya kesempatan