Uang untuk hidup atau hidup untuk uang?
Uang, sebuah nilai tukar yang digunakan untuk menunjang kehidupan. Uang tidak datang dengan sendirinya. Perlu usaha bagi kita untuk mendapatkan uang.
Uang memang penting, setidaknya untuk menjaga diri kita dari bergantung kepada makhluk dan meminta-minta. Adanya syariat zakat juga mengindikasikan bahwa agama islam tidak melarang umatnya menjadi seorang yang kaya. Orang kaya bisa menjadi mulia apabila mampu menggunakan dan mengelola uangnya untuk hal-hal yang diridhoi oleh Allah. Untuk menambah pundi-pundi amal dan melakukan ketaatan.
Bagi seorang muslim, kita perlu bekerja dengan pekerjaan yang dihalalkan oleh Allah. Perlu kita yakini pula bahwa rezeki seseorang tidak akan habis sampai ia masuk ke liang lahatnya. Jatah rezeki kita sudah di atur oleh Allah ta'ala, maka jemputlah rezeki tersebut dengan sebaik-baik cara. Raihlah rezeki dengan cara yang halal. Suatu pekerjaan dengan gaji sedikit akan lebih baik dibandingkan dengan pekerjaan dengan gaji fantastis namun didapatkan dari cara yang haram. Karena yang kita cari dari uang tersebut adalah keberkahannya.
Di sisi lain, memiliki banyak uang akan menjadi bencana jika uang yang kita dapatkan dihamburkan untuk hal yang sia-sia atau bahkan kemaksiatan. Uang yang ditumpuk juga tidak akan berguna jika hanya mendatangkan rasa pongah dalam diri.
Sudah seharusnya seorang muslim tidak memiliki harta yang menganggur. Seorang muslim hendaknya mampu mendatangkan pahala dari setiap rupiah yang dimiliki. Tidakkah kita ingat dalam sebuah hadits: Tidak akan bergeser kaki anak adam hingga ia ditanya darimana ia dapatkan uangnya dan untuk apa digunakan.
Seorang muslim juga hendaknya tidak meletakkan dunia dan seisinya di hati bahkan menjadi tujuan terbesar hidupnya. Ingat, dunia ini hanya sementara. Kita tidak akan selamanya hidup didunia. Jangan sampai, dengan bekerjanya kita, kita tidak memiliki waktu untuk beribadah kepada Allah. Kita menjadi semakin lalai, hati menjadi semakin jauh, ibadah terasa sulit, bahkan sering melakukan kemaksiatan. Ketahuilah, Allah adalah pemilik waktu dan dunia seisinya.
---
Komentar
Posting Komentar